BI-2

Belakangan ini situs Wikileaks.com sedang naik daun, ga tau apakah Wikileaks.com itu ad unsur ulet pohon yang biasanya suka naik turun pohon melalui dedaunan, atau hanya sebuah websaite biasa. Yang jelas wikileaks.com beberapa hari ini sedang dalam pembicaran hangat hampir di seluruh media di belahan dunia.
Wikileaks.com yang di dirikan oleh Julian Assange yang merupakan warga negara Ausie telah menggemparkan hampir seluruh pejabat di dunia. Mulai dari Perdana Mentri Tayyip Erdogan yang sanagat berang dengan tlisan di wikileaks.com yang mengungkapkan pernyataan Dubes AS tentang penyimpanan kekayaan PM Turki tersebut d salah satu bank di eropa.
Belum lagi tulisan tentang hubungan Arab Saudi yang sangat harmonis dengan Israel, juga hubungan dagang yang manis antara Iran dan Israel. Ada juga kebocoran dokumen rahasia Amerika Serikat tentang laporan Intelijen Militer Perang Afghanistan. Sekitar 167 dokumen AS di bocorkan berasal dari konsulat AS di Surabaya dan tidak kurang dari 90.000 catatan rahasia AS di beberkan di situs ini.
Mengagumkan bukan ? tapi pertanyaan yang terpenting bukan masalah mengagumkan atau tidaknya, tetapi apakah maksud di balik semua kebocoran kebocoran ini ?
Yang pertama dan membuat saya terheran heran adalah, mengapa situs wikileaks.com masih ada ? ketika para pemegang kekuasaan merasa terusik dan terganggu, yang kedua mengapa wikileaks.com masih aktif ? mengingat beberapa situs di dunia maya telah di hancurkan ketika situs tersebut menjadi sebuah agenda propaganda, dan yang terakhir mengapa wikileaks.com yang terpilih ?
Ketiga pertanyaan di atas mungkin sama tetapi dapat berasumsi berbeda. Yang pertama yang benar benar terpancing emosi adalah PM Turki yang langsung meminta pertanggung jawaban AS atas pernyataannya diplomat AS yang di anggap merugikan kapabilitas seorang PM Turki itu. Lalu ada juga Hillary Clinton yang langsung melakukan temu press mengenai kebocoran kebocoran dokumen militer AS. Mungkinkah negara adidaya AS membiarkan situs itu teteap ada mengingat rahasia negaranya di biarkan di baca oleh khalayak umum ?
Wikileaks masih tetap aktif hingga saat ini, seakan akan ada energi yang terus memberikan aura yang membuat media media di belahan dunia tertarik untuk membesar besarkan berita tentang rahasia rahasia negara, dan ketika media memberitakan hal ini masyarakat akan tertarik untuk melihat situs ini.
Wikileaks terpilih menjadi situs propaganda adalah merupakan hal yang lumrah, mengingat situs ini di miliki oleh warga negara Ausie yang menjunjung tinggi nilai HAM, dan yang mengherankan kenapa Pentagon sebegitu geramnya sehingga tidak dapat menghancurkan situs ini, sosok pentagon yang belum dapat menghancurkan situs ini seperti Superman yang tidak memiliki alat kelamin.Hanya sebuah situs apa bila di bandingkan dengan dana dan kekuatan untuk menghancurkan Irak dapat di lakukan AS. Sungguh mengherankan….
Namun hingga saat ini wikileaks.com masih tetap dapat di baca oleh khalayak umum. Silakan membaca dan menikmati situs fantasi tersebut, dan silakan berangan angan…..

Ada anekdot berbasis fakta yang menggelitik soal kebebasan informasi di Internet. Jika pemerintah di negeri-negeri Komunis macam Tiongkok atau Korea Utara tidak suka pada situs tertentu, mereka akan memblokir supaya tidak bisa diakses warganya.
Tetapi di Barat, terutama Amerika Serikat, pemerintah malah menghancurkannya. Faktanya, WikiLeaks dikeroyok bukan hanya oleh lembaga pemerintah tetapi juga korporasi-korporasi AS yang semula digunakan jasanya oleh situs WikiLeaks.
Misalnya, alamat WikiLeaks.Org dihapus permanen oleh penyedianya, EveryDNS.netWikiLeaks.org menjadi sasaran “serangan yang menghalangi akses (DDoS)”. setelah
“Serangan-serangan itu, dan juga serangan selanjutnya, akan mengancam stabilitas prasarana EveryDNS.net yang menyediakan akses bagi hampir 500.000 situs lainnya,” dalihnya.
Segera sesudah itu, pendiri WikiLeaks, Julian Assange, dan timnya menyewa tiga domain baru di Eropa; WikiLeaks.de (Jerman), WikiLeaks.fi (Finlandia) dan WikiLeaks.nl (Belanda).
Perkembangan terakhir, ternyata di luar ketiga domain itu, masih banyak lagi mirror domain, sebagai cadangan bagi database WikiLeaks. Ratusan mirror domain itu agaknya dikerjakan secara sukarela oleh para penyokong kebebasan informasi. Susunan tautannya silakan klik di sini.
Maka, betul kata WikiLeaks sebagaimana ditulis melalui akun Twitternya, Minggu (5/12/2010), “Jegal kami, maka kami akan lebih menjadi kuat lagi.”
Di Twitter pula, orang-orang bergunjing soal kata WikiLeaks yang tak sekali pun nongol sebagai trending topics, tema yang paling banyak dibicarakan pengguna Twitter sejagat. Ia masih kalah dengan kata “Bachdim” yang merujuk pada nama Irfan Bachdim, idola baru hanya bagi warga Indonesia itu.
Padahal, kata “WikiLeaks” sedang naik daun luar biasa. Bahkan, seperti juga diakui WikiLeaks, kata “WikiLeaks” sekarang dua kali lipat lebih populer dibanding “Wikipedia”, ensiklopedia online yang jauh lebih dulu berdiri dan tak berhubungan dengan WikiLeaks.
Hasil pencarian untuk kata “Wikipedia” di Google, menunjukkan 207.000.000 entri, sedangkan kata “Wikileaks” mencapai 415.000.000 entri. Maka, orang-orang pun berkicau, apakah Twitter juga menyensor kata “WikiLeaks”?
Menghadapi tekanan dari berbagai pihak serta penghentian layanan dari berbagai perusahaan penyedia jasa internet membuat khawatir pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Karena itulah, Assange mengancam akan membongkar sebuah dokumen yang merupakan rahasia besar jika WikiLeaks diberhentikan operasinya.
Dokumen yang dimaksud adalah dokumen dengan nama “insurance.aes256″ yang sejak Juli lalu sengaja diletakkan Assange di internet. File ini adalah file terenkripsi yang tidak bisa dibuka sembarang orang.
Selain itu, Assange juga mengaku telah memasukkan lebih banyak lagi dokumen-dokumen terenkripsi di internet yang diduga berkaitan dengan masalah perusahaan minyak BP dan pantai Guantanamo.
Berdasarkan harian The Sunday Times, Minggu, 5 Desember 2010, file terenkripsi insurance.aes256 sebesar 1,4 giga ini mustahil untuk dibuka. Pasalnya, Assange membuat 256 digit kata kunci untuk membuka dokumen-dokumen tersebut. Hingga saat ini, sudah puluhan ribu orang dari Amerika hingga Australia yang telah mengunduh file ini dan tidak ada satupun yang dapat membukanya.
Sebelumnya, Assange telah mengatakan bahwa dokumen-dokumen yang terenkripsi tersebut adalah dokumen-dokumen rahasia negara dan perdagangan. File ini dijadikannya senjata untuk mengancam negara-negara, khususnya Amerika Serikat, yang ingin menghentikan aktivitas WikiLeaks di internet.
“Kami telah lama menyebarkan cadangan materi yang terenkripsi yang belum dibuka. Yang perlu kami lakukan hanya memberikan kata kunci materi tersebut, maka dengan instan materi itu akan bisa dibaca,” ujar Assange.
Dia juga mengatakan bahwa dokumen-dokumen yang terdapat didalamnya sama sekali tidak disensor. Hal ini, ujarnya, dapat merusak keamanan mitra koalisi AS di seluruh dunia. Sampai saat ini, Kementerian Pertahanan AS juga belum dapat membuka file tersebut.
Ahli keamanan komputer di London, Ben Laurie, yang merupakan penasihat WikiLeaks mengatakan bahwa Assange adalah orang yang pintar dengan segudang taktik. Dia akan menggunakan senjata-senjata rahasianya untuk melawan siapa saja yang menentangnya.
Sementara itu, profesor bidang kriptologi dari Universitas Bristol, Nigel Smart, mengatakan bahwa teknologi enkripsi yang digunakan Assange sangat canggih dan mustahil untuk dibuka. Bahkan, ujarnya, computer canggih militer juga belum tentu dapat membongkarnya.
“Ini bukan sesuatu yang dapat dibuka dengan komputer modern, kau perlu kunci yang tepat untuk membukanya,” ujar Smart.
Saat ini telah lebih dari 800 dokumen yang telah disebarkan WikiLeaks di situsnya. Dokumen-dokumen yang diklaim Assange berjumlah lebih dari 250.000 dokumen tersebut berisikan memo kawat diplomatik Kedutaan Besar AS di seluruh dunia.
Dokumen Kedubes AS di Jakarta juga dikabarkan dimiliki oleh WikiLeaks, namun sampai saat ini belum juga diterbitkan. Dilaporkan terdapat lebih dari 3000 memo dari kedubes AS di Jakarta.
Dari 250.000 dokumen kawat diplomatik Kedutaan Amerika Serikat yang dimiliki Wikileaks, masih banyak yang belum keluar. Satu di antaranya soal Unidentified Flying Object (UFO).
Dalam sesi tanya jawab dengan pembaca harian The Guardian secara online pada Jumat malam pekan lalu, pendiri Wikileaks, Julian Assange mengatakan memiliki dokumen soal UFO yang berbicara soal kehidupan lain di galaksi. Namun dia belum mengeluarkan dokumen tersebut.
Assange mengatakan mendapat banyak email dan pertanyaan soal UFO di dalam kawat diplomatik tersebut. “Ya benar, ada beberapa referensi soal UFO yang belum dirilis di Cable Gate,” ujar pria kelahiran Australia 39 tahun ini seperti dikutip dari laman The Straits Time kemarin.

Assange masih mempertimbangkan apakah akan mengeluarkan dokumen tersebut, sebab dia harus mengecek ulang dan syaratnya, dokumen itu harus asli dan tidak boleh ada nama penulisnya.
Pembocoran kawat diplomatik oleh Wikileaks membuat heboh dunia. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pun sibuk luar biasa. Dalam sepekan berselang, bekas Senator New York berumur 63 tahun itu telah berbicara dengan 12 pemimpin dunia, termasuk Presiden Afganistan Hamid Karzai dan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari.
“Beliau menyampaikan penyesalan atas keluarnya dokumen-dokumen tertutup itu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, P.J. Crowley. Semua itu berawal dari bocornya lebih 250 ribu dokumen kabel diplomatik Amerika Serikat yang kemudian diunggah ke laman situs “peniup peluit” WikiLeaks, pekan-pekan lalu.
Adapun Julian Assange, pendiri situs pembocor dokumen negara, Wikileaks, kini menjadi buronan nomor satu dunia. Julian dituduh melakukan perkosaan, pelecehan seksual di Swedia.
Jakarta, Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, meminta masyarakat tidak reaktif jika akhirnya 3.059 dokumen Kedubes AS di Jakarta dibuka secara gamblang oleh situs ‘peniup peluit’ Wikileaks. Namun, hal itu agak sulit dihindari jika informasi yang dibocorkan benar-benar ekstrim. “Tapi agak gawat juga kalau informasinya partai tertentu menerima bantuan dari AS,” kata Priyo, yang merupakan pimpinan DPR bidang Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan, saat dihubungi detikcom per telepon, Minggu (5/12/2010).

Siapakah Parpol yang didanai Amerika
Priyo pun tidak meragukan informasi Wikileaks yang sudah membuka rahasia penting peristiwa-peristiwa dunia yang melibatkan AS. Sebabnya, informasi tersebut sedianya memang ditujukan untuk kalangan internal pemerintah AS. Lebih lanjut Priyo menilai, ratusan ribu kawat diplomatik yang dibocorkan situs, yang didirikan Julian Assange, itu menunjukkan tabiat asli AS.
“Ini menunjukkan tabiat asli AS yang suka mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan menanamkan benih-benih ketidaksenangan negara lain, termasuk di Indonesia,” kata Priyo. Priyo melanjutkan, terkuaknya informasi rahasia itu akan memukul balik AS sendiri. “Ibarat menepuk air didulang terpecik ke muka sendiri,” kata politikus Partai Golkar ini.
Seperti diberitakan, 3.059 dokumen dari Jakarta itu semuanya terangkum dalam 10 tema besar. Sepuluh bidang ini ditandai dengan kode khusus yang hanya dipahami para diplomat AS. Kode-kode ini adalah PHUM, KTIP, KCRM, KWMN, SNIG, KFRD, ASEC, PREF, ELAB, dan KMCA. Belum semua kode-kode ini bisa diterjemahkan. Namun beberapa sudah bisa diketahui artinya.
PHUM adalah untuk tema Hak Asasi Manusia. Artinya akan ada kasus-kasus pelanggaran HAM yang akan dibongkar WikiLeaks. Ada juga ELAB yang terkait dengan isu-isu buruh dan tenaga kerja. Sedangkan PREF adalah soal pengungsi.
sumber: belitongstore.blogspot.com