Kemiskinan dan kepadatan penduduk sudah meningkat di Indonesia, meskipun Indonesia adalah Negara terkaya dengan kekayaan alamnya tetapi tidak sama dengan keadaaam penduduk yang mungkin masih dalam keadaan kurang mampu atau miskin begitu pula dengan kepadatan penduduk yang dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kepadatan penduduk ini berhubungan dengan kemiskinan karena mayoritas yang anaknya banyak dari kalangan menengah atau kurang mampu.

Kemiskinan yang ada pada sekarang mungkin karena lepangan pekerajaan yang semakin berkurang dan persaingan pun semakin ketat karena mayoritas dari kalangan kurang mampu hanyalah lulusan  SD atau SLTP karena untuk mereka yang kurang mampu konon “jangankan untuk sekolah untuk makan saja susah” meskipun saat ini sekolah sekarang sudah mulai geratis tapi tidak semuanya geratis artinya keperluannya sehari-seharinya  yang mereka tidak mampu, mukin bagi mereka sekolah hanya untuk orang yang mampu saja.

Yang memebuat merka tidak mampu sekolah samapai Tingkat Menegah Atas  mungkin alasan yang tepat bagi mereka adalah kebanyakan anak inilah slah satu yang kurang digalakan oleh pemerintah, mengapa di Indonesia tidak membuat aturan seperti di Negara lain bukankah dengan aturan seperti itu munkin Indonesia dapat mengurangi kepaatan penduduknya seperti Negara yang telah melakukan peraturan yang sama di negara itu, pada saat ini Negara tersbut dapat dibilang cukup pendudukya.

Konon wktu tahun 80’an pemerintah sempat mengeluarkan peraturan yang berhubungan dengan kepadatan penduduk yang disebut KB (Keluarga Berencana) dan pada waktu itu sempat ingin dikeluarkan denda pada keluarga yang yang anaknya melebihi dari 2 atau dari yang ada pada peraturan itu, tetapi aturan itu tidak bertahan lama karena pemerintahan yang sudah ganti dengan pemerintahan yang baru jadi peraturan itu hanya seketika saja dibicarakan dan tidak berhasil sampai sekarang.

Paahal 2 jika setiap eluarga mempunyai anak 2 saja sudah cukup, karena dengan 2 anak saja dalam setiap keluarga sudah membantu mengurangi kepadatan penduduk untuk Indonesia dan mungkin dengan 2 anak saja dapat sedikit mengurangi kemiskinan untuk para yang kurang mampu serta para orang tua dapat memberikan pendidikan atau sekolah sampai Sekolah tingkat Menegah Atas itupun jika pekerjaannya memadai, maka dari itu pemerintah harus meneyimbangkan adanya lapangan pekerjaan dengan kondsi yang ada pada rakyat kecil atau kurang mampu.

Sebenarnya pemerintah saat ini juga perah menggalakan dengan peraturan itu namun tidak berhasil untuk mengatasi kepadatan penduduk pada saat ini karena peraturan ini menuai PRO dan KONTRA, PROnya adalah orang-orang yang lebih memikirkan kdepnnya keluarganya nanti (setuju dengan adanya KB (keluarga Berencana)) dan KONTRAnya adalah ada tidak setuju dengan adanya KB (keluarga Berncana) menurut asumsi mereka yang tidak setuju itu haram dalam agama karena melarang kelahiran dan menolak rejeki karena ada pepatah “benyak anak banyak rejeki”, Jadi karna itulah ancaman ledakan penduduk belum berkurang sampai saat ini karna adanya PRO dan KoONTRA.

 

Tema : Anacaman Ledakan Penduduk

Amaliah/10208102/3EA02

B. Indonesia 2